Desa Panobasan sebagai Desa Binaan Tertib Administrasi PKK

Foto untuk : Desa Panobasan sebagai Desa Binaan Tertib Administrasi PKK

 

Desa Panobasan berada di jalur lintas antara  Kota Padangsidimpuan dan Kecamatan Batangtoru. Panobasan berasal dari Bahasa Angkola yang artinya tanaman basbasan. Tanaman basbasan ini merupakan bahan untuk membuat atap atau dinding gubuk masyarakat.

Desa Panobasan memilki luas wilayah 14,60 Km² dengan topografi berbukit- bukit yang terletak di koordinat 01º26’13,7” LS dan 099º13’07,5”LU

Secara geografis Desa Panobasan berada diwilayah Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan  Provinsi Sumatera Utara, yang mempunyai dua musim yaitu musim penghujan dan  musim kemarau. Adapun jarak jangkauan dari Desa ke ibukota kecamatan ± 3 km.

Dasar Pelaksanaan Pembinaan Tertib Administrasi Desa Panobasan Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan adalah Surat Keputusan Bupati Tapanuli Selatan Nomor 188.45/60/KPTS/2018 perihal penetapan lokasi dan penanggungjawab desa binaan/ percontohan Kabupaten Tapanuli Selatan. Bahwa dalam rangka Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan serta Pemberdayaan Kaum Perempuan agar berperan aktif dalam pembangunan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pengembangan program pemberdayaan masyarakat desa yakni Program Terpadu Peningkatan Program PKK di bidang Tertib Administrasi PKK melalui 10 Program Pokok PKK desa Binaan Kabupaten Tapanuli Selatan.

Mengembangkan desa binaan merupakan pilihan yang tepat dan strategis baik untuk kepentingan masyarakat pedesaan maupun kepentingan Pembangunan Nasional. Program ini diyakini akan memberikan dampak positif yaitu membina sumber daya manusia di Pedesaan dengan pendekatan melalui ilmu pengetahuan di bidang administrasi. Sedangkan dari sudut pandangan Pembangunan Nasional, Desa merupakan tempat bermukimnya sebagian besar penduduk Indonesia, sebanyak 90 persen penduduk Indonesia hidup di pedesaan,  maka membangun desa sama dengan membangun bangsa. Desa merupakan inti dalam menopang keutuhan dan kemajuan bangsa.